Ini Alasan Kenapa Cover Mobil Bisa Terbang Dan Bikin Baret

·

Table of Contents

Pengantar

Halo sobat otomotif! Kalian pernah kan ngelihat terpal yang ketiup angin dan jadi berisik? Suara yang sama bisa juga terjadi kepada cover mobil, dan pertanyaan yang sering muncul adalah apakah cover yang berkibar terus-menerus bisa menyebabkan cat mobil baret. Banyak car cover sudah memakai kain yang halus yang jika digesek ke bodi mobil tidak akan membuat mobil, bahkan jika ditekan sekalipun. Tapi, gesekannya bisa jadi masalah ketika ada debu atau pasir, dan lebih parah lagi kalau ada debu vulkanik setelah erupsi gunung berapi di permukaan mobil.

Mekanisme Abrasif pada Clear Coat

Ketika angin masuk ke sela-sela cover yang longgar, kain akan bergerak secara berulang (flapping) dan menggesek permukaan bodi secara berulang-ulang. Jika di permukaan bodi mobil terdapat debu, pasir, atau abu sebelum ditutup, partikel-partikel tajam tersebut akan terjebak, dan gesekan kain yang berulang menekan partikel debu di atas lapisan pernis kendaraan. Proses ini bekerja menyerupai bantalan amplas [1].

Kondisi tersebut bisa menghasilkan baret halus. Material bagian dalam cover bisa saja mengurangi dampaknya. Misalnya bahan katun sebagai bagian terdalam bisa menangkap debu, pasir, ataupun abu dan mengurangi gesekan mereka ke mobil. Namun, risiko baret masih tetap ada jika mobil ditutup dalam keadaan kotor. Mencuci atau mengelap permukaan dengan cairan pembersih sebelum memasang cover adalah langkah preventif yang sangat direkomendasikan.

Gaya Angkat Aerodinamis

Sebuah cover yang terlihat sudah menutupi mobil dengan rapat masih bisa lepas dan terbang ke jalanan saat badai terjadi. Hal ini dikarenakan fenomena aerodynamic uplift, yaitu fenomena yang dipakai oleh parasut juga untuk mengurangi kecepatan suatu barang yang sedang jatuh. Angin berkecepatan tinggi yang menghantam bagian kolong mobil akan mencari celah untuk keluar. Saat udara menyusup ke ruang antara bodi dan kain tanpa ikatan bawah yang rapat, cover akan mendapatkan keseluruhan dorongan angin tersebut, dan akan menggembung seperti parasut yang sedang terbuka.

Tekanan udara di dalam cover menciptakan gaya angkat (lift force) yang kuat. Begitu gaya angkat ini melebihi clamping force karet di bemper, cover akan terdorong ke atas dan lepas dari lekukan bodi, sehingga cover mobil terbang terbawa angin [2].

Solusi Aerodynamic Lift

Untuk mengatasi aerodynamic lift tersebut, sudah ada banyak inovasi yang dibuat. Solusi pertama adalah elastic hem di bagian bawah car cover. Karet ini berfungsi memeluk lekukan bemper dengan rapat, menutup pintu masuk angin dari kolong agar udara tidak menyusup ke balik kain. Fitur ini ada di hampir semua cover mobil. Tapi tentu saja, hanya satu fitur ini belum tentu cukup.

Solusi kedua yang seringkali dipakai bersamaan dengan elastic hem adalah  pengikat cover mobil (wheel straps & buckles). Pengikat ini diikatkan langsung ke palang velg di keempat roda. Sistem tersebut mengunci cover ke titik paling stabil pada kendaraan dan mencegah cover terangkat meski diterpa angin kencang.

Best Practice Pemasangan Car Cover

Untuk menghindari kerusakan, ada beberapa hal yang sangan dianjurkan dilakukan selagi memasang car cover. Pertama, bersihkan bodi kendaraan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, debu, pasir, dan abu yang ada di permukaan mobil bisa tertarik car cover dan membuat baret halus di mobil. Dengan membersihkan mobil, kita bisa meminimalisir resiko baret dari partikel-partikel tersebut.

Yang kedua, jika car cover ada tali velg, kalian sebaiknya mengencangkan tali tersebut secukupnya tanpa menarik terlalu ekstrem, karena tarikan berlebih bisa merobek sambungan jahitan saat menerima beban angin.

Yang terakhir adalah menaruh cover di tanah. Jika kita meletakkan cover di tanah, debu dan pasir bisa menempel ke car cover, sehingga berpotensi menyebabkan sarung mobil bikin baret saat dipasang kembali, dan usaha kalian sudah mencuci mobil jadi sia-sia.

Kesimpulan

Untuk menghindari baret-baret halus saat memakai cover mobil, kalian sangat dianjurkan untuk mencuci mobil terlebih dahulu agar tidak ada partikel-partikel tajam di permukaan mobil yang bisa tertarik dan membuat mobil baret halus.

Agar cover mobil tidak terbang, kalian bisa mencari cover mobil yang memiliki karet di bagian bawah car cover dan juga tali pengikat ke velg sehingga dalam angin kencangpun car cover tidak akan terbang.

Durable — Preserve What Matters.

PRODUK