Category: News

  • Gebrakan IIMS 2026: Deretan Mobil Baru yang Siap Mengaspal di Tanah Air

    Gebrakan IIMS 2026: Deretan Mobil Baru yang Siap Mengaspal di Tanah Air

    Gebrakan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran kembali menjadi pusat perhatian sebagai salah satu pameran otomotif tahunan terbesar di Asia Tenggara. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1986, ajang ini telah mengalami transformasi luar biasa, berkembang dari sekadar pameran kendaraan tradisional menjadi konsep “sportainment” megah yang memadukan inovasi teknologi dengan hiburan skala besar. Dengan kehadiran lebih dari 180 merek dan target transaksi mencapai lebih dari Rp8 triliun, IIMS 2026 bukan hanya sekadar tempat pamer mobil baru, melainkan simbol pergeseran besar industri otomotif tanah air menuju era elektrifikasi dan masa depan yang lebih hijau.

    IIMS tahun ini benar-benar menjadi ajang pamer kekuatan bagi para produsen otomotif. Tidak hanya sekadar memajang unit, banyak dari mereka yang melakukan debut nasional hingga pengumuman harga resmi yang sudah dinanti-nantikan.

    Mari kita bedah lebih dalam deretan mobil baru yang mencuri perhatian di JIExpo Kemayoran

    Mobil Hybrid Jepang

    Pabrikan Jepang tampil sangat agresif dengan meluncurkan varian hybrid yang lebih terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
    • Toyota: Menghadirkan Veloz Hybrid EV yang menjadi sorotan utama dengan klaim konsumsi BBM 40–50% lebih hemat dibanding versi bensinnya. Selain itu, mereka meluncurkan Vios HEV dengan desain eksterior lebih sporty dan Alphard XE HEV, varian hybrid mewah dengan harga 20% lebih rendah dari tipe HEV sebelumnya.

    • Honda: Merilis varian baru Honda CR-V e:HEV (non-RS) untuk memperluas jangkauan pasar medium SUV hybrid dengan harga yang lebih kompetitif. Ada juga penyegaran pada lini SUV keluarga seperti Honda BR-V N7X Facelift.

    • Suzuki: Selain memamerkan mobil listrik, Suzuki juga memperkuat lini hybrid mereka melalui New Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro dan memberikan promo khusus untuk Ertiga versi refresh.

    Gelombang Mobil Listrik (EV) Generasi Terbaru

    Gelombang baru kendaraan listrik (EV) di IIMS 2026 membawa antusiasme yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kini EV bukan lagi sekadar mobil konsep yang mahal, melainkan solusi mobilitas yang nyata dan terjangkau. Pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Indonesia yang telah menembus angka 103.000 unit dengan kenaikan hingga 150% menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini sedang berada di titik tertinggi. Apa yang membuat gelombang baru ini begitu menarik? Berikut adalah beberapa alasannya: Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang Mendalam: EV terbaru kini tidak hanya mengandalkan tenaga mesin (horse power), tapi juga kekuatan otak (brain power). Brand seperti Xpeng memperkenalkan chip Turing AI yang mampu melakukan komputasi hingga 2.250 TOPs, memungkinkan mobil memahami kebiasaan pengemudi dan menyesuaikan pengaturan secara otomatis. Kecepatan Pengisian Daya yang Revolusioner: Masalah pengecasan yang lama mulai teratasi dengan teknologi fast charging terbaru yang memungkinkan pengisian baterai dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 12 hingga 29 menit saja. Harga yang Semakin Merakyat: IIMS 2026 menjadi saksi munculnya “EV untuk sejuta umat” dengan harga di rentang Rp200 jutaan, seperti BYD Atto 1, Geely EX2, dan VinFast VF 5, yang membuat kepemilikan mobil listrik menjadi pilihan yang sangat rasional bagi keluarga muda. Infrastruktur yang Semakin Matang: Dengan lebih dari 5.000 SPKLU yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia, rasa khawatir akan kehabisan daya di tengah jalan kini mulai pudar, didukung oleh integrasi aplikasi seperti PLN Mobile yang memudahkan pencarian titik pengisian daya. Fitur Keamanan Pintar (ADAS): Hampir semua lini EV baru, bahkan yang di kelas menengah, sudah dilengkapi dengan belasan fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) untuk memastikan keamanan maksimum selama berkendara. Setelah memahami betapa canggihnya teknologi di balik gelombang EV ini, mari kita intip deretan mobil baru yang paling dinanti dan siap mencuri panggung di pameran tahun ini.
    • Xpeng: Brand ini memamerkan The Next P7, sedan listrik berperforma tinggi yang dilengkapi tiga chip AI untuk pengalaman berkendara masa depan. Mereka bahkan membawa robot humanoid XPENG IRON dan kendaraan terbang XPENG X2.

    • Hyundai: Meluncurkan All-New SANTA FE XRT sebagai varian paling premium di lini Santa Fe, ditenagai mesin 1.6 Turbo Hybrid. Lini Electrified Lifestyle mereka juga tetap kuat dengan IONIQ 5, IONIQ 6, dan The All-New KONA Electric.

    • Wuling: Menampilkan SUV keluarga 7-seater Wuling Eksion yang hadir dalam opsi listrik murni maupun Plug-in Hybrid (PHEV).

    • BYD & Changan: Menawarkan opsi EV di bawah Rp500 juta, seperti BYD Atto 3 Advanced Plus dan city car mungil Changan Lumin yang memiliki harga serendah Rp183 juta.

    SUV Tangguh dan Mewah

    Sebelum kita membedah satu per satu mobil baru yang meluncur, kita harus bicara soal fenomena SUV yang semakin menggila tahun ini. Jika dulu SUV identik dengan mobil “laki” yang boros bensin dan hanya dipakai untuk off-road, di tahun 2026 ini paradigmanya sudah berubah total. SUV kini telah naik kasta menjadi tulang punggung penjualan nasional karena dianggap sebagai paket lengkap untuk kondisi jalanan di Indonesia. Nah, bagi pecinta mobil SUV, segmennya di IIMS 2026 juga sangat bervariasi:
    • GWM: Menampilkan Tank 500 Diesel, SUV besar dengan torsi melimpah dan interior mewah yang siap menantang dominasi Pajero dan Fortuner.

    • Jetour: Memperkenalkan Jetour T2, SUV bergaya off-road yang dilengkapi berbagai mode berkendara canggih.

    • Mazda: Menghadirkan CX-60 Sport dengan penggerak roda belakang (RWD) dan filosofi desain Kodo yang sangat elegan.

    Peran Durable di IIMS 2026

    Nah, di IIMS 2026 ini ada banyak sekali mobil-mobil baru. Bagi kalian yang mau beli mobil baru, biasa pasti nyari karpet sama car cover. Kita di Durable sudah siap untuk mobil-mobil baru ini dan sudah sedia karpet dan car covernya. Dengan pengecualian karpet custom kita yaitu karpet 7D, aksesoris lainnya kita lengkap loh. Jadi meskipun kita tidak showcase langsung di IIMS, kalian bisa tenang dengan pembelian kalian di IIMS karena perlindungannya sudah siap.

    PRODUK

  • Tesla Mengunci Fitur Autopilot di Balik Subscription. Bagaimana Dengan EV Lainnya?

    Tesla Mengunci Fitur Autopilot di Balik Subscription. Bagaimana Dengan EV Lainnya?

    Key Takeaway

    • Fitur Autosteer Tesla dirubah dari fitur basic menjadi subscription sebesar 99 USD per bulan
    • Brand mobil lain seperti BMW dan Volkswagen juga memiliki fitur yang dikunci di balik bayaran berkala.
    • Bukan hanya fitur luxury seperti autosteer Tesla, tetapi hal seperti kapabilitas mesin juga dikunci di balik software dan memerlukan bayaran bulanan.

    *Referensi ada di akhir artikel

    Dunia otomotif sedang mengalami pergeseran besar di awal tahun 2026 ini. Jika dulu kita membeli mobil dan mendapatkan semua fiturnya secara utuh, sekarang trennya berubah menjadi Software-defined Vehicle (SDV), di mana kapabilitas dan fitur-fitur mobil kita bisa dikunci begitu saja di balik satu software update. Kabar terbaru yang cukup menggemparkan adalah langkah Tesla yang resmi menghentikan fitur Basic Autopilot sebagai standar gratis pada unit baru Model 3 dan Model Y di Amerika Utara per Januari 2026. [1][2]

    Sekarang, fitur seperti lane-keeping (Autosteer) dikunci di balik biaya langganan Full Self-Driving (FSD) sebesar 99 USD atau sekitar Rp1,6 juta per bulan. Tanpa langganan ini, mobil Tesla hanya akan memiliki Traffic-Aware Cruise Control (TACC) biasa. [1][2]

    Apakah Brand Lain Ikut-ikutan?

    Ternyata Tesla tidak sendirian sebagai pembuat mobil yang mengunci beberapa fitur mobilnya di balik subscription. Beberapa merek mobil lain seperti BMW dan Volkswagen juga mengunci fitur di balik pembayaran berkala.

    BMW: BMW pernah mengunci fitur seperti penghangat kursi, Auto High Beam, dan penghangat stir mobil di balik bayaran bulanan. Untungnya, fitur penghangat kursi banyak diprotes dan akhirnya BMW mengembalikan fitur itu sebagai fitur basic lagi [3].

    Volkswagen: Mobil Volkswagen ID.3 di Eropa memiliki mesin yang tidak bisa mengeluarkan kemampuan penuh karena 20 HP (horsepower) dikunci di balik subscription. Jadi meskipun mesinnya bisa mengeluarkan tenaga yang seharusnya lebih tinggi, kapabilitas mesinnya dikunci dan pelanggan harus membayar secara berkala untuk mendapatkan fitur penuhnya. [4][5]

    Bukan Cuma Soal Biaya, Ada Risiko Teknis yang Mengintai

    Selain masalah pembayaran, ada masalah-masalah lain yang bisa terjadi tanpa disengaja oleh semua pihak. Karena banyak mobil baru yang bisa dikontrol dan dikunci secara remote menggunakan software, mudah terjadi di mana mobil tidak bisa dipakai karena software yang bermasalah.

    Berikut ada beberapa kasus di mana mobil tidak bisa dipakai akibat software:

    • Jeep Wrangler 4xe: Ada sekitar 24.000 unit yang harus ditarik kembali (recall) karena update software yang gagal [6]. Penting diingat bahwa Jeep Wrangler 4xe direcall lagi untuk masalah baterai, dan kasus ini tidak terkait recall untuk software update yang gagal. [7]
    • Tesla Cybertruck: Update FSD 13.2.2 membuat beberapa unit Tesla Cybertruck tidak bisa digunakan. Lebih lagi, jika hal ini terjadi ketika mobil sedang tercolok ke charger, charger tidak bisa dicabut tanpa alat khusus sehingga membuat proses penderekan lebih sulit. [8]
    Tesla Cybertruck Getting Towed

    Credit: Cybertact – Cybertruckownersclub.com

    Era Baru Mobil Listrik: Apa yang Harus Kita Siapkan?

    Lumayan mengerikan ternyata ya untuk melihat bagaimana industri otomotif bertransformasi begitu cepat. Dari fitur yang dulunya kita anggap sebagai standar kini menjadi layanan berbayar, hingga risiko teknis seperti kegagalan update software yang bisa membuat mobil mati total, semuanya menunjukkan bahwa memiliki kendaraan modern butuh perhatian ekstra. Bukan lagi sekadar urusan mesin dan bahan bakar, tapi juga soal konektivitas dan pemeliharaan sistem digital yang mumpuni. Pada akhirnya, sebagai pemilik kendaraan, kita dituntut untuk lebih teliti dan proaktif dalam memantau setiap perubahan kebijakan pabrikan maupun jadwal pembaruan sistem agar mobil kesayangan tetap bisa diandalkan untuk mobilitas sehari-hari.

    Melihat tren fitur langganan dan tantangan teknologi yang ada, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tetap tertarik untuk beralih ke mobil listrik (EV) tahun ini, atau justru fenomena “fitur berbayar” ini membuat kalian jadi berpikir dua kali? Baik kalian tertarik membeli EV atau tetap memakai mobil bensin, ingat saja bahwa Durable akan tetap terus menyediakan aksesoris untuk mobil kalian. 

    PRODUK