Halo sobat otomotif!
Di artikel Berapa Lama Sebenarnya Usia Pakai Wiper Mobil? Ini Panduan Perawatannya, kami ada membahas secara singkat tentang kenapa lama kelamaan wiper bisa rusak. Salah satu alasan yang kami berikan di situ adalah cahaya UV yang memutus ikatan polimer di wiper.
Di artikel kali ini, saya akan membahas lebih dalam tentang efek cahaya UV terhadap wiper mobil.
Tahap-Tahap Proses Degradasi
Proses kerusakan pada wiper tidak terjadi secara instan. Ada jangka waktu yang diperlukan sampai kerusakan pada wiper dapat terlihat. Dan perlu juga diingat dari bacaan tentang perbedaan antara wiper silikon dan karet, wiper silikon jauh lebih tahan terhadap panas dan UV, jadi di artikel ini kami hanya akan membicarakan tentang wiper karet.
- Absorbsi Energi UV
Tahap pertama dari proses yang merusak wiper ini adalah absorbsi (penyerapan) sinar UV oleh wiper. Foton-foton di sinar UV ini membawa energi yang cukup untuk memutuskan ikatan pada karet di mayoritas wiper pasaran. Akibat dari penyerapan energi UV ini adalah molekul-molekul di wiper menjadi tidak stabil. - Fotolisis
Setelah molekul-molekul tidak stabil, akan terjadi proses fotolisis, yang adalah sebuah reaksi kimiawi di mana molekul-molekul pecah akibat penyerapan sinar UV di tahap sebelumnya.
Sebagai akibat, radikal bebas akan terbentuk, dan radikal bebas ini akan sangat mempercepat kerusakan pada wiper. - Fotooksidasi
Pada proses ini, radikal bebas akan bereaksi lagi dengan oksigen, lalu akan bereaksi lagi, mengambil hidrogen di sekitarnya, termasuk yang dimiliki wiper mobil. Inilah yang akan menyebabkan kerusakan permanen.
Dampak Akhir Pada Wiper
Setelah proses kimiawi di atas terjadi berulang kali, bilah wiper akan mengalami perubahan fisik yang merugikan:
-
Pengerasan (Embrittlement) Karet kehilangan fleksibilitasnya dan tidak lagi bisa menyapu air dengan rapat pada permukaan kaca yang melengkung.
-
Chalking Munculnya lapisan bubuk tipis di permukaan karet akibat rusaknya struktur polimer.
-
Chattering Karena wiper sudah mengeras, wiper tidak bisa lagi digosok sambil mengikuti gerakan wiper. Akibatnya, wiper akan membuat suara saat dinyalakan.