Kalian pernah nggak ngelihat indikator di atas ini pas baru nyalain mobil? Kalau saya udah ngelihat ini berkali-kali kalau pagi hari baru nyalain mobil. Indikator di atas itu adalah indikator bahwa coolant di mesin mobil itu dingin. Biasa sih saya biarin aja, soalnya saya mikir kalau mobil modern pasti aman lah kalau dipakai nyetir pas mesin dingin. Cuma belakangan ini curious aja apakah bener mobil modern aman dibawa nyetir pas indikatornya nyala?
Nah, jadi saya coba cari tahu apakah mobil modern aman dipakai nyetir kalau mesinnya dingin.
Apa Arti Indikator Ini?
Mungkin kalian mikir, “udah jelas nggak sih, indikator ini berarti air coolant buat mesin itu masih dingin, apa kurang jelas?” Dan saya juga awalnya berpikir begitu. Dan kalian benar bahwa arti dari indikatornya sangat jelas. Tetapi yang saya maksud dari pertanyaan ini adalah: Apa arti indikator ini bagi mesin mobil kita?
Setelah saya coba gali-gali, coolant mesin yang dingin juga berarti mesin yang masih dingin. Belum ada panas yang ditransfer ke coolant mesin. Lama kelamaan setelah mesin menyala, coolant akan memanas juga seiring mesin memanas. Ok, hal ini juga masih lumayan intuitif. Tetapi satu hal yang kita harus lebih pahami adalah meskipun indikator coolant sudah hilang, itu belum berarti mesin sudah cukup panas. Karena indikator ini memberitahu suhu dari coolantnya sendiri, beberapa bagian dari mesin bisa jadi masih dingin meskipun indikator sudah mati.
Oli Mobil
Oli mobil adalah sebuah pelumas yang diperlukan agar ketika terjadi pergerakan, gesekan akan diminimalisir. Meskipun indikator coolant sudah mati, bukan berarti keseluruhan oli mobil juga sudah cukup panas. Nah, apa yang terjadi ketika oli mobil masih dingin?
Ketika oli mobil masih dingin, oli akan lebih kental dan susah bergerak. Hal ini bisa menyebabkan kurangnya persebaran pelumas di seluruh mesin mobil, membuat lebih banyak gesekan di antara bagian-bagian mesin. Gesekan-gesekan ini akan mempercepat kerusakan pada mobil kita.
Tentu saja, gesekan ini masih terjadi kalaupun kita membiarkan mobil kita diam di tempat ataupun ketika mesin sudah cukup panas. Tetapi, ketika diam dan ketika mesin sudah cukup panas, gesekan akan lebih sedikit sehingga dapat memperpanjang umur mesin.
Jika mobil dipakai dengan agresif, maka mesin akan bekerja dengan lebih keras, RPM mobil akan naik, dan jika kita tambah dengan kondisi oli masih dingin yang menyebabkan semakin banyak gesekan, maka gesekan yang terjadi semakin banyak lagi. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak menyetir dengan agresif ketika mobil masih dingin.
Thermal Shock dan Fit Part Mobil
Jika kalian perhatiin, mesin mobil kita terbuat dari berbagai macam bagian. Bagian-bagian ini juga bisa jadi terbuat dari bahan-bahan yang berbeda. Semua bahan bisa memiliki kemampuan untuk memindahkan panas (konduktivitas panas) yang berbeda. Ketika mesin kita belum cukup panas, maka perbedaan panas ini akan lebih terlihat di antara part mesin.
Kita ingat-ingat kembali ke SMA, di mana kita pernah belajar bahwa semakin panas suatu bahan, maka umumnya bahan itu akan semakin besar. Jika kita aplikasikan ke mesin kita, maka perbedaan panas ini membuat part-part mesin kita memiliki fit yang berbeda saat dingin dan saat memiliki suhu yang optimal.
Meskipun mesin kita dibuat dengan toleransi-toleransi yang sudah dihitung, perbedaan-perbedaan ini bisa membuat beberapa bagian dari mesin kita mendapatkan tekanan yang berbeda, dan berpotensi mempercepat kerusakan pada mesin mobil.
Bagaimana Dengan EV?
EV mungkin tidak memiliki mesin seperti mobil yang menggunakan bensin, tetapi EV juga membutuhkan temperatur yang baik untuk baterainya. Baterai EV juga didinginkan menggunakan suatu coolant. Jika dingin, akan ada indikator juga yang menandakan bahwa baterainya dingin. Akan tetapi, simbol yang digunakan mungkin berbeda. Mobil seperti Tesla menggunakan simbol snowflake untuk indikator baterai yang dingin.
Perlu kita ketahui bahwa baterai EV (yang menggunakan litium) bekerja dengan suatu reaksi kimia. Reaksi kimia ini akan menggerakkan ion dari satu kutub ke kutub lainnya melalui elektrolit sebagai perantara. Ketika baterai EV dingin, maka elektrolit ini akan semakin kental dan sulit untuk dilalui ion-ion. Akibatnya, efisiensi baterai dalam merubah listrik menjadi gerakan mobil akan berkurang, yang berarti mobil akan semakin boros listrik.
Jadi Apakah Kita Harus Mendiamkan Mobil?
Menurut sumber-sumber yang saya dapatkan, kita tidak perlu mendiamkan mobil kita. Malahan, jika kita mendiamkan mobilk kita, itu bisa membuang lebih banyak bensin dan tidak memperpanjang umur mesin kita dibandingkan menyetir dengan pelan (untuk sebagian besar mobil di bawah 2000 RPM).
Ketika menyetir dengan pelan, gesekan yang terjadi tidak berbeda jauh dengan mendiamkan mobil. Lebih lagi, panas yang dibuat dengan menyetir lebih banyak dibandingkan mendiamkan mobil, sehingga mesin akan lebih cepat panas. Jadi, sebaiknya kita nyalakan mobil kita dan setir saja ke tempat tujuan dengan pelan-pelan terlebih dahulu.