Category: Knowledge

  • Sains di Balik Noda Luntur: Mengapa Cover Mobil Anti-Air Tetap Meninggalkan Bekas pada Cat Putih

    Table of Contents

    Pernahkah Anda membuka cover mobil, hanya untuk menemukan bayangan warna yang membekas pada cat putihnya? Reaksi pertama Anda mungkin menyalahkan air hujan yang merembes, bahkan mungkin juga menyalahkan pihak penjual cover mobil tersebut. Namun, bagaimana jika cover tersebut sudah terbukti 100% tidak water soluble (larut dalam air)?

    Fenomena ini sering kali membuat pemilik mobil kebingungan. Jawabannya tidak terletak pada air, melainkan pada reaksi panas, suhu lingkungan, dan sifat dasar dari material polimer itu sendiri. Mari kita telusuri sains di balik noda luntur yang membandel ini.

    Pewarna Dispersi (Disperse Dyes) dan Ketiadaan Air

    Bahan polimer sintetis seperti poliester umumnya diwarnai menggunakan zat pewarna khusus yang disebut pewarna dispersi (disperse dyes) [1]. Berbeda dengan pewarna pakaian biasa, pewarna dispersi bersifat anorganik dan tidak larut dalam air (not water-soluble). Inilah alasannya mengapa cover dapat sepenuhnya menolak air, tetapi warnanya tetap memiliki risiko untuk berpindah. Karena pewarna ini diaplikasikan menggunakan panas (bukan air), pewarna tersebut juga bisa terlepas kembali jika terpapar panas yang ekstrem [1][2].

    Fisika Polimer: Glass Transition Temperature dan Migrasi Termal

    Mendengar istilah “kaca” (glass), Anda mungkin langsung membayangkan material jendela. Namun, dalam ilmu material, istilah ini digunakan untuk menggambarkan fase fisik dari sebuah polimer. Penting untuk diingat bahwa cat mobil modern (khususnya lapisan terluar atau clear coat) dan bahan sintetis penyusun cover mobil seperti Polyurethane (PE) pada dasarnya adalah jaringan polimer.

    Setiap molekul polimer memiliki titik suhu kritis yang disebut Glass Transition Temperature (Tg) [3][4]. Mari kita lihat bagaimana proses fisika ini menciptakan efek “oven” yang merugikan di atas permukaan bodi mobil Anda:

    • Di bawah suhu Tg (Kondisi Normal/Dingin)
      Rantai molekul polimer saling mengunci dengan rapat. Material berada dalam keadaan kaku, keras, dan secara mikroskopis tidak memiliki celah (dikenal sebagai fase “kaca”) [4].

    • Di atas suhu Tg (Kondisi Panas Terik)
      Ketika mobil diparkir di bawah paparan sinar matahari langsung, bodi logam mobil menyerap panas dan menciptakan efek oven di bawah cover. Saat suhu tersebut melampaui titik Tg, rantai molekul mendapatkan energi termal. Polimer mulai rileks, melonggar, dan memuai, membuat permukaannya menjadi berpori secara mikroskopis (dikenal sebagai fase “karet”) [4].

    Ketika car cover berada di atas suhu  Tg, maka bisa terjadi beberapa hal yang dapat membuat bahan pewarna berpindah ke mobil Anda:

    • Pori-pori Terbuka: Panas ekstrem membuat polimer sintetis pada cover melonggar, memicu pewarna di dalamnya menjadi aktif secara termal [2]. Di saat yang sama, lapisan clear coat cat mobil juga melewati batas Tg, sehingga pori-pori mikroskopisnya terbuka lebar [4].

    • Migrasi Termal: Karena cover menekan langsung pada clear coat yang sedang melonggar, molekul pewarna yang tereksitasi panas bermigrasi menyeberang langsung ke dalam pori-pori cat mobil Anda [2].

    • Jebakan Permanen: Saat matahari terbenam atau hujan turun, suhu lingkungan menurun drastis di bawah titik Tg. Rantai polimer cat mobil Anda kembali mengeras dan merapat ke fase “kaca” [4]. Akibatnya, molekul pewarna asing yang sempat masuk kini terkunci dan terjebak secara permanen di dalam clear coat.

    Inilah alasan ilmiah tentang kenapa car cover yang warnanya tidak akan larut dalam air bisa tetap menodai mobil kalian. Dan inilah juga alasan kenapa kami sebagai penjual car cover selalu menyarankan pembeli untuk memakai warna abu-abu untuk mobil kalian yang putih.

    Referensi

    1. Stahls. (n.d.). Dye migration handbook. https://assets.stahls.com/stahls/content/pdf/ebooks/Stahls-Dye-Migration-Handbook.pdf

    2. Tiankun Chemical. (n.d.). The impact of disperse dye thermal migration on fabric quality. https://www.tiankunchemical.com/The-Impact-of-Disperse-Dye-Thermal-Migration-on-Fabric-Quality-id47308975.html

    3. LifeTips. (n.d.). How to set and stop fabric dye bleeding: Lab-validated protocol. Alibaba. https://lifetips.alibaba.com/laundry-secrets/set-and-stop-fabric-dye-bleeding

    4. Motamedian, F., & Broadbent, A. D. (1999). Effects of dye distribution in nylon filament yarns on the dyeing color yield and fastness properties. Industrial & Engineering Chemistry Research, 38(12). https://doi.org/10.1021/ie990453g

  • Mengenal Teknologi Jahitan Susun Genteng pada Cover Mobil Anti Bocor

    Mengenal Teknologi Jahitan Susun Genteng pada Cover Mobil Anti Bocor

    Halo, teman-teman pecinta otomotif! Pernah nggak kalian pasang cover mobil yang waterproof, tapi ternyata masih ada air yang masuk? Ternyata rahasia cover mobil yang benar-benar anti bocor itu nggak cuma bergantung pada jenis kainnya saja, lho, tapi sangat dipengaruhi oleh teknik jahitannya!

    Salah satu inovasi di dunia perlindungan mobil saat ini adalah teknologi jahitan “susun genteng”. Yuk, kita bedah bareng-bareng apa itu jahitan susun genteng dan bagaimana sains membuktikan kemampuannya dalam menahan air hujan.

    Apa Itu Jahitan Susun Genteng?

    Kalau kamu perhatikan atap rumah, gentengnya pasti dipasang dengan posisi tumpang tindih dari atas ke bawah, kan? Tujuannya sangat logis: supaya air hujan langsung meluncur ke bawah tanpa bisa masuk ke celah-celah genteng. Prinsip cerdas inilah yang diadaptasi pada pembuatan cover mobil premium.

    Secara lebih resmi di dunia manufaktur tekstil, teknik ini dikenal dengan istilah “Lapped Seam” (jahitan tumpang tindih). Jahitan ini dibuat dengan menumpuk area pinggiran kain dari dua atau lebih lapisan material dan menjahitnya bersamaan untuk menghasilkan sambungan yang sangat kuat, tertutup, dan cocok untuk menahan beban berat.

    jahitan-susun-genteng

    Contoh Cover Yang Dijahit Dengan Susun Genteng

    Jadi Apa Saja Keunggulan Susun Genteng?

    Jahitan susun genteng ini memiliki kemampuan menahan cuaca yang telah diuji secara akademis. Sebuah studi oleh Maanvizhi, Prakash, dan Rameshbabu yang diterbitkan melalui jurnal ASTM International meneliti efek jenis jahitan terhadap manajemen kelembapan kain. Hasil penelitian mereka secara spesifik merekomendasikan penggunaan jahitan jenis lapped seam (tumpang tindih) karena struktur tersebut menutup celah masuknya air dengan lebih baik dibandingkan jahitan biasa [1].

    Jadi, saat air hujan turun mengenai jahitan susun genteng (lapped seams) di cover mobil, air tidak akan menemukan lubang jarum lurus yang bisa ditembus menuju cat mobil, melainkan akan diblokir oleh lipatan kain dan dialirkan langsung ke tanah. Akibatnya, kemungkinan ada air yang masuk ke mobil semakin menurun.

    Inilah kenapa kalau kalian melihat cover-cover yang waterproof yang berkualitas di pasaran, kemungkinan besar cover itu akan memakai jahitan susun genteng.

    Pilihan Cover Mobil dengan Jahitan Susun Genteng

    Nah, setelah mempelajari tentang teknik jahitan susun genteng ini, seharusnya kalian tahu ya bahwa memilih cover dengan jahitan ini sangat penting. Semua cover yang mau ada claim waterproof wajib dijahit seperti ini karena jika tidak air bisa masuk dari jahitannya.

    Bagi kalian yang nggak tahu cara mastiin cover ini pakai jahitan susun genteng atau nggak, di sini kita mau kasih informasi bahwa semua cover mobil Durable itu dijahit dengan teknik susun genteng.

    Bahkan Durable Premium, cover yang dibuat agar menjadi sangat ringan dan fleksibel kami juga memakai teknik ini. Lineup kami yang lain seperti Durable Rubik, Durable Guardian, Durable Xtrem, dan Durable Xtrem Elite juga semuanya menggunakan teknik susun genteng sehingga ketahanannya terhadap air dimaksimalkan.

    Kalau bingung mau pilih yang mana, di sini kita juga bakal kasih guide yang singkat untuk memilih:

    • Durable Premium: Jika mobil akan diparkir di dalam garasi atau di bawah carport. Cover ini water repellent.
    • Durable Rubik: Jika mobil akan diparkir di luar, dan cuaca di tempat tersebut panas. Cover ini waterproof dan memiliki ketahanan panas yang lebih.
    • Durable Guardian: Jika mobil akan diparkir di luar dan ada banyak hujan. Cover ini waterproof.
    • Durable Xtrem dan Xtrem Elite: Jika mobil akan dipasang di outdoor atau jika kalian ingin proteksi maksimal. Waterproof dan Heat Resistant.

    PRODUK

  • Apakah Ada Cover Mobil 100% Waterproof? Ini Kenapa Embun Pagi Bisa Muncul di Balik Cover yang Rapat

    Apakah Ada Cover Mobil 100% Waterproof? Ini Kenapa Embun Pagi Bisa Muncul di Balik Cover yang Rapat

    Pernah lihat cover mobil yang mengklaim “100% Anti Air” atau “Waterproof Sempurna”? Setiap kali saya melihat klaim yang mirip seperti itu, saya selalu skeptis. Dan kalau kamu juga merasa ragu, kalian sudah datang ke tempat yang benar.

    Banyak orang yang akhirnya termakan klaim tersebut demi melindungi mobil dari hujan, tapi realitanya di lapangan sering kali berbeda. Pas penutupnya dibuka di pagi hari, bodi mobil malah basah karena dipenuhi embun. Tetapi apakah hal ini dikarenakan trik marketing atau klaim yang tidak benar (kalau saya lebih keras saya bisa bilang bohong)?

    Kabar baiknya: cover mobil tersebut kemungkinan besar tidak bocor sama sekali. Kabar buruknya: fenomena embun ini justru terjadi karena car cover itu berhasil melindungi mobil dari hujan. Mari kita bongkar paradoks ini secara ilmiah menggunakan referensi dari jurnal material science—tentang apa itu sebenarnya standar waterproof, bagaimana proses pembasahan (wetting) benar-benar terjadi, dan mengapa car cover dengan bahan 100% waterproof justru bisa membuat mobilmu basah.

    Memahami Hydrostatic Pressure Rating

    Dalam dunia tekstil dan ilmu material, kemampuan sebuah kain untuk menahan tekanan air dari luar diukur menggunakan standar yang disebut Hydrostatic Pressure Rating (Tingkat Tekanan Hidrostatis). Dan menggunakan sistem ukur tersebut, kita sebenarnya bisa mengatakan bahwa ada bahan yang bisa dipakai sebagai car cover yang 100% waterproof. Contohnya seperti plastik tebal, PVC, atau karet murni.

    Hydrostatic Pressure Rating dapat diukur menggunakan sistem yang sudah distandarisasi [1] dengan meletakkan tabung berisi air di atas permukaan kain. Angka rating (dalam milimeter) menunjukkan seberapa tinggi air yang bisa ditahan sebelum air mulai menetes tembus ke bawah serat kain. Semakin besar angka ratingnya, semakin tahan air kain tersebut.

    Secara umum, kita bisa menyebutkan bahwa kain-kain dapat diklasifikasikan berdasarkan ketahanannya terhadap air seperti ini:

    • Water Resistant: 1.500 – 5.000 mm
    • Waterproof: 5.001+ mm

    Tetapi beberapa standar seperti EN 343 (standar bahan waterproof untuk guna kerja) memiliki standar berbeda di mana ada 4 kelas [2].

    Class 1: 8000 Pa (~816 mm) ketika masih baru
    Class 2: 8000 Pa (~816 mm) setelah dilakukan pre-treatment di mana kain sudah dicuci, digosok, dan digulung-gulung.
    Class 3: 13.000 Pa (~1326 mm) setelah pre-treatment.
    Clss 4: 20.000+ Pa (~2040 mm) setelah pre-treatment.

    Penting untuk diketahui bahwa standar EN 343 ini adalah standar legal yang diberlakukan umumnya di Eropa, dan produk yang digunakan di pasaran sekarang (seperti jaket untuk hiking) memiliki rating 5000 mm ke atas.

    Proses Wetting (Pembasahan)

    Sebelum kita bahas soal embun, kita harus paham dulu bagaimana sebuah kain bisa basah, atau dalam bahasa sainsnya disebut proses “Wetting”.

    Menurut analisis dari Oreate AI Material Science [3], wetting sangat bergantung pada contact angle (sudut kontak) antara tetesan air dan permukaan material, sebuah konsep yang dijelaskan lewat “Young’s Equation”. Di artikel ini, (untungnya bagi kalian) kita tidak akan membahas cara menggunakan persamaan tersebut.

    Yang kita perlu pahami hanya 2 hal ini:

    • Jika sudut kontak air di atas 90 derajat, air akan membulat sempurna dan menggelinding jatuh. Inilah yang kita sebut “efek daun talas” atau sifat hidrofobik [3].

    • Jika tekanan air terlalu kuat (misalkan hujan badai), sudut kontak ini mengecil. Air akan mulai menyebar perlahan, membasahi serat, dan terjadilah proses wetting [3].

    Ketika kita melihat ada air hujan yang tembus dan kita bilang bocor, itu biasanya adalah proses wetting, sama seperti jika kita meneteskan air ke baju kita dan tembus ke kulit.

    Di car cover, biasanya ada coating yang membantu meningkatkan sudut kontak di mana air datang sehingga air langsung turun, tetapi coating ini juga bisa menipis sehingga akhirnya bisa terjadi juga proses wetting.

    Kenapa Cover Mobil Airtight Itu Justru Nggak Bagus?

    Di sinilah letak ironi terbesar dari perlindungan 100% kedap air: Material yang sama sekali tidak bisa ditembus air dari luar, biasanya juga tidak akan bisa dilewati udara bebas dari dalam. Sifat ini disebut airtight (kedap udara).

    Kalau kita pakai cover yang airtight, kita akan menemukan embun air di permukaan mobil di pagi hari. Kenapa ini bisa terjadi?

    Ketika kita memasang cover (terutama pada pagi atau siang hari), cover yang airtight ini akan memerangkap juga uap air yang ada di udara. Karena cover yang dipakai kedap udara, uap ini tidak akan bisa keluar dari car cover sehingga terperangkap di bawah car cover. Ketika subuh datang, banyak dari uap air ini akan mengembun dan menyebabkan permukaan mobil basah ketika kita buka.

    Membiarkan bodi terbungkus embun di balik ruang yang rapat sama saja dengan menciptakan rumah kaca mini yang super lembap. Sebuah perlindungan yang didesain untuk outdoor justru sangat membutuhkan yang namanya pelepasan uap (breathability) [1]. Jika dibiarkan kedap udara terus-menerus, maka beberapa hal berikut bisa terjadi:

    • Tumbuhnya Jamur:
      Kelembapan tinggi dan minim cahaya adalah surga bagi spora jamur. Jika uap merembes ke celah kabin, interior hingga jok mobil bisa ikut berjamur.

    • Kerusakan Cat Mobil:
      Air yang terperangkap berhari-hari pada suhu yang berfluktuasi (naik turun) bisa menyebabkan water spot yang sangat sulit dihilangkan, hingga membuat lapisan cat menjadi kusam.

    • Memicu Karat:
      Kelembapan ekstra yang tidak pernah kering dengan sempurna akan mencari celah baret halus atau logam tak berlapis pada mobil, mempercepat proses oksidasi, yang akan membuat karat.

    Kesimpulan

    Kesimpulannya di sini adalah: Carilah Keseimbangan, Bukan Sekadar Kedap Sempurna. Mengharapkan pelindung luar ruangan yang 100% kedap dan tertutup rapat seperti kantong plastik sebetulnya menentang hukum fisika perawatan kendaraan yang baik. Alih-alih mencari bahan yang benar-benar memblokir segalanya dari segala arah, para peneliti material menyarankan untuk mencari kain pelindung yang tahan air dengan tekanan hidrostatis yang mumpuni, namun tetap breathable (memiliki sirkulasi udara mikro). Dengan keseimbangan ini, volume air dari langit sanggup terhalau dengan kuat, tapi uap embun dari tanah memiliki jalan keluar untuk menguap seiring hangatnya sinar matahari pagi. Jadi, tenang saja dan jangan panik dulu saat melihat sedikit sisa embun di pagi hari. Selama sirkulasi udara di bawahnya berjalan baik, mobilmu akan mengering sendiri dan tetap terawat pada waktunya!

    Referensi

    1. American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) – Test Methods for Water Resistance: Hydrostatic Pressure Test.
    2. BP-Online. (2026). DIN EN 343: Protective clothing against rain. [Online] Available at: https://www.bp-online.com/en-gb/work-protection/norms/din-en-343/ (Accessed: 25 February 2026)
    3. Yuan, Y., Lee, T.R. (2013). Contact Angle and Wetting Properties. In: Bracco, G., Holst, B. (eds) Surface Science Techniques. Springer Series in Surface Sciences, vol 51. Springer, Berlin, Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-642-34243-1_1
  • Panduan Lengkap Memilih Cover Mobil: Dari Material 5 Lapis Hingga Fitur Anti-Baret

    Punya mobil impian memang bikin seneng, tapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana cara merawatnya, terutama saat sedang diparkir. Banyak yang berpikir asal mobil sudah ditutup sarung, urusan beres. Padahal, asal pilih car cover malah bisa bikin barang yang kamu beli jadi tidak berfungsi sesuai ekspektasi. Bahkan, car cover yang dibeli mungkin tidak bisa dipakai di tempat yang Anda inginkan.

    Contohnya, ada mobil kalian yang harus diparkir di depan rumah, dan kalian mau pasang cover mobil. Tapi kalian pilih cover yang water repellent, tapi tidak waterproof. Jika ada hujan besar maka mobil kalian akan jadi basah, karena proteksi terhadap air untuk cover yang hanya water repellent terbatas.

    Itulah kenapa investasi waktu untuk mengenali material dan memilih car cover yang sesuai dengan lokasi parkirmu itu penting banget. Supaya kamu nggak salah beli dan berujung mubazir, yuk simak panduan lengkap memilih cover mobil yang pas untuk kendaraan kesayanganmu!

    Mengulik Lebih Dalam: Mengenal Berbagai Material Cover Mobil

    Ada banyak sekali bahan-bahan yang bisa digunakan car cover. Di bagian ini, kita akan belajar tentang jenis material yang sering dipakai car cover dan juga fungsi-fungsinya.
    • Polyurethane (PE)

      Ini adalah bahan polimer sintetis yang sangat sering diandalkan sebagai pelindung anti air dan anti panas.

      Fungsinya: Lapisan PE ini sangat pintar karena bisa mencegah air meresap, tapi tetap menjaga sirkulasi udara tetap optimal.
       
      Contoh Cover: Durable Guardian
    • Aluminium Film

      Material metalik reflektif yang biasa dipasang di lapisan paling luar dari sarung mobil atau motor.

      Fungsinya: Karena sifatnya yang reflektif (memantulkan), material ini sangat bagus dalam menahan panas matahari dan hujan.

      Contoh Cover: Durable Rubik
    • Non-Woven Fabric & PP Spunlace

      Kain yang dibuat tanpa proses tenun melainkan penyatuan serat (seperti bahan Polypropylene). Kain ini memiliki beberapa keunggulan dibanding kain yang ditenun. Saat proses pembuatan, tergantung prosesnya kain ini bisa dibuat menjadi lebih lebih tahan air dibanding menyerap air dan bisa dibuat lebih breathable sehingga meningkatkan sirkulasi udara. Fungsinya: Bahan non-woven fabric dapat dibuat tahan air dan juga breathable sekaligus. Tahan air sudah jelas bagus untuk suatu car cover, tetapi breathable juga penting. Kalau kalian pernah buka ruangan yang tidak pernah buka jendela, kalian pasti mencium bau yang apek. Itu yang akan terjadi jika car cover tidak breathable. Kita juga ada artikel yang lebih detil di sini. Contoh Cover: Durable Xtrem
    • Soft Cotton (Kapas Halus)

      Bahan kapas alami berwarna putih yang sangat lembut. Biasanya dipakai di lapisan paling dalam. Fungsinya: Ini adalah pahlawan anti-baret! Posisinya selalu di lapisan paling dalam karena teksturnya yang super lembut di bodi mobil. Fungsinya jelas, yaitu melindungi cat mobil dari goresan halus saat cover dipasang atau dilepas. Contoh Cover: Durable Rubik; Durable Guardian; Durable Xtrem.
    • Bahan Parasut dengan Double Coating

      Bahan parasut adalah bahan yang ringan, tetapi tidak waterproof. Bahan ini cukup kuat dan aman untuk mobil. Untuk Menambah ketahanan terhadap air, bahan ini biasa ditambah dengan clear coating yang water repellent.
      Fungsinya: Lapisan ganda ini melindungi mobil dari sinar UV dan hujan ringan.
       
      Contoh Cover: Durable Premium

    Perhatikan Jumlah dan Jenis Lapisan Material

    Setelah mempelajari tentang jenis-jenis bahan yang sering digunakan di car cover, sekarang kita perhatiin juga lapisan-lapisan dari car cover yang kita mau beli. Kita mau tahu cover yang kita mau beli ada berapa lapis, dan juga lapisan-lapisan di dalamnya.

    Pertama kita akan diskusiin jumlah lapisan dan apa artinya untuk cover tersebut secara umum:

    • 1 Lapis

      Cover ringan yang biasa terfokus untuk satu kegunaan. Biasanya cover ini sangat ringan dan fleksibel.

      Contoh dari cover 1 lapis adalah Durable Defender yang terfokus untuk memberikan perlindungan maksimal untuk koyakan dan kerusakan fisik, dan Durable Premium yang lebih terfokus untuk memberikan perlindungan terhadap air.

    • 3 Lapis

      Cover 2 lapis kita loncati karena sangat jarang ada. Untuk cover 3 lapis biasanya sudah menjadi sweet spot untuk sebagian besar orang antara fitur dan keringanan. 2 lapisan terluar bisa memberikan ketahanan air yang baik dan lapisan terdalam bisa terbuat dari katun sehingga sangat aman untuk langsung bersentuhan dengan mobil.

      Contoh dari cover 3 lapis adalah Durable Rubik dan Durable Guardian, di mana kedua cover tersebut memiliki Non-Woven Fabric dan Cotton di 2 lapisan terdalam. Hal yang membedakan mereka adalah di lapisan terluarnya.

    • 4+ Lapis

      Cover 4 lapis sudah masuk ke area cover yang memaksimalkan proteksi. Kelebihan sebagian besar cover 4 lapis dan ke atas adalah dengan lapisan ekstra tersebut cover-cover ini bisa memberikan proteksi ekstra terhadap panas juga di atas proteksi terhadap air. Tentu saja, cover yang memiliki 4 lapis ke atas akan semakin berat. Jadi untuk mobil-mobil yang akan disarung di dalam garasi, biasanya cover 3 lapis sudah cukup.

      Proteksi terhadap panas ini merupakan suatu hal yang besar jika mobil kalian akan diparkir tanpa atap atau carport karena panas matahari adalah salah satu faktor signifikan untuk keawetan cat mobil.

      Contoh cover yang memiliki 4 lapis adalah Cover Xtrem dan untuk 5 lapis contohnya adalah Cover Xtrem Elite.

    Selain jumlah lapisan, kita juga harus memperhatikan layer-layer di dalamnya. Sebagai contoh, Cover Xtrem Elite kami terdiri dari 5 lapisan:

    – Non-Woven Fabric
    – Polyurethane (PE)
    – Non-Woven Fabric
    – Polyurethane (PE)
    – Cotton

    Lapisan non-woven fabric paling luar dibuat sangat waterproof. Lapisan PE di bawahnya membantu untuk menangkal air, tetapi juga berkontribusi signifikan untuk ketahanan terhadap panas. Non-woven fabric kedua dibuat tetap tahan air, tetapi lebih breathable dari lapisan paling luar, lalu lapisan di bawahnya ada PE lagi yang sama seperti PE sebelumnya. Di lapisan terdalam ada katun yang membuat cover ini ekstra aman untuk cat mobil kalian.

     

    Pilih Ketahanan Sesuai Kebutuhan

    Di seksi-seksi sebelumnya kita sudah pernah menyebutkan tentang ketahanan terhadap air, panas, dan juga kekuatan covernya sendiri. Di bagian ini, kita akan membahas tentang rekomendasi kami tentang ketahanan apa saja yang kalian butuhkan.

    Untuk Pemakaian Indoor

    Untuk pemakaian indoor (seperti di dalam garasi atau di bawah carport yang luas), cover 1 lapis seperti Durable Premium atau Durable Defender biasa sudah cukup karena hujan dan panas sudah ditangkis oleh dinding dan atap. Proteksi yang diperlukan adalah untuk berjaga-jaga terhadap baret dari barang di sekitar mobil, proteksi air jika ada atap yang bocor, dan proteksi terhadap cakaran hewan. Karena itu cover 1 lapis saja sudah cukup.

    Untuk Pemakaian Semi-Indoor

    Untuk pemakaian di carport yang agak pas-pasan, proteksi terhadap air lebih dibutuhkan karena hujan tidak akan turun hanya lurus ke bawah. Selain itu, akan ada percikan air juga dari lingkungan sekitar. Lebih lagi, mobil bisa terjemur matahari. Oleh karena itu, kami rekomendasikan cover yang 3 lapis seperti Durable Rubik untuk kondisi seperti ini.

    Jika kalian ingin proteksi ekstra terhadap panas, cover 4 lapis atau 5 lapis seperti Durable Xtrem Elite juga bagus.

    Untuk Pemakaian Full Outdoor

    Untuk full outdoor, mobil akan menerima 100% dari air hujan yang akan turun dan juga akan terjemur jauh lebih lama dibandingkan jika tertutup di carport yang pas-pasan atau sebagian mobil tertutup carport. Oleh karena itu, kami paling merekomendasikan cover yang 4 atau 5 lapis seperti Durable Xtrem Elite.

    Tetapi, kalian juga masih bisa menggunakan cover 3 lapis untuk kondisi seperti ini. Meskipun cover 3 lapis tidak setahan panas seperti cover 5 lapis, biasanya hujan tetap tidak akan masuk, dan sebagian panas tetap tertangkis. Terutama jika lapisan terluar yang digunakan adalah Alumunium Foil seperti di Durable Rubik.

  • Jangan Asal Tutup! Mengapa Sirkulasi Udara (Breathable) Sangat Vital untuk Cat Mobil Anda

    Jangan Asal Tutup! Mengapa Sirkulasi Udara (Breathable) Sangat Vital untuk Cat Mobil Anda

    Banyak dari kita yang berpikir kalau membungkus mobil dengan cover rapat-rapat adalah cara terbaik untuk melindunginya dari debu dan hujan. Logikanya sederhana: kalau tertutup rapat, pasti aman, kan? Sayangnya, anggapan ini justru bisa menjadi bumerang bagi keindahan cat mobil kesayangan Anda.

    Memilih cover mobil bukan cuma soal mencari bahan yang paling tebal atau paling kedap air. Ada satu faktor teknis yang sering terlupakan namun sangat krusial, yaitu sirkulasi udara atau kemampuan bahan untuk “bernapas” (breathable).

    Mengapa Sirkulasi Udara itu Penting?

    Secara ilmiah, permukaan cat mobil yang tertutup rapat tanpa sirkulasi udara yang baik akan menciptakan kondisi mikroklimat yang berbahaya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa sirkulasi udara sangat vital:

    • Mencegah Kelembapan Terperangkap: Saat suhu udara berubah, terjadi proses kondensasi di bawah cover mobil. Jika bahan cover tidak breathable, uap air ini akan terperangkap di antara permukaan cat dan cover.

    • Menghindari Jamur dan Flake (Water Spots): Kelembapan yang terperangkap dalam waktu lama dapat memicu tumbuhnya jamur atau munculnya bercak putih (flake) pada lapisan clear coat mobil.

    • Menjaga Suhu Tetap Stabil: Sirkulasi udara membantu membuang panas yang terperangkap, sehingga suhu di bawah cover tetap sejuk dan tidak merusak pigmen warna cat.

    Teknologi Perlindungan yang Memahami Kebutuhan Cat

    Memahami pentingnya keseimbangan antara perlindungan dari guyuran air dan kebebasan sirkulasi udara, inovasi pelindung kendaraan masa kini telah berevolusi menjadi jauh lebih cerdas. Rahasianya terletak pada struktur pori-pori mikroskopis di dalam materialnya. Lapisan-lapisan pintar ini memiliki rongga yang cukup untuk membiarkan udara panas dan uap air berembus keluar secara perlahan, namun rongga tersebut terlalu rapat untuk bisa ditembus oleh molekul air hujan dari luar. Dengan mekanisme seperti ini, kendaraan tidak hanya terlindungi secara maksimal dari cuaca, tetapi juga terhindar dari kondisi pengap yang sering kali menjadi penyebab utama kelembapan berlebih pada permukaan cat.

    Sebagai gambaran nyata dari teknologi mutakhir tersebut, Anda bisa melihat penerapannya pada Car Cover Durable Guardian. Pelindung masa depan ini dirancang menggunakan tiga lapisan bahan yang waterproof , namun tetap mengutamakan sirkulasi udara yang optimal. Berkat dukungan teknologi pemrosesan ultrasonic pada lapisannya , material ini mampu menahan air dari luar tanpa mengorbankan sirkulasi, sehingga embun atau panas dari dalam tetap bisa menguap dengan bebas. Hasilnya, bagian dalam dan luar mobil kesayangan Anda akan tetap kering, sejuk, dan bebas lembap meskipun diparkir seharian di area terbuka.

     

    Tips Memilih Cover yang Breathable

    Agar tidak salah pilih dan malah merusak cat, perhatikan beberapa detail penting berikut saat Anda mencari cover untuk perlindungan luar ruangan. Mari kita bedah satu per satu:

    1. Cari Material Multi-Layer (Bahan Berlapis)
    Cover mobil yang ideal biasanya tidak hanya mengandalkan satu lapis kain. Carilah pelindung yang menggunakan sistem multi-layer karena setiap lapisannya memiliki tugas yang berbeda. Kombinasi yang baik adalah lapisan luar yang menolak air dan lapisan dalam yang fokus pada sirkulasi. Car cover breathable yang hanya memiliki satu lapis tidak akan sewaterproof car cover breathable yang memiliki beberapa lapisan.

    2. Perhatikan Teknik Jahitan yang Presisi Banyak yang menyepelekan detail jahitan, padahal ini adalah salah satu faktor krusial. Jahitan adalah titik temu tempat air bisa merembes masuk, namun juga bisa menjadi celah mikro untuk udara. Teknik jahitan ganda yang dikerjakan dengan presisi tinggi, seperti metode “susun genteng”, sangat disarankan karena terbukti ampuh mencegah rembesan air secara maksimal. Menariknya, struktur jahitan yang rapi dan berlapis ini tetap mendukung adanya sirkulasi yang sehat. Sebagai contoh perlindungan maksimal, Car Cover Durable Xtrem Elite mengaplikasikan teknik jahitan ganda susun genteng ini untuk menahan air sekaligus menghadapi panas ekstrem.

    PRODUK

  • Perlindungan Tanpa Baret: Mengapa Lapisan Katun Halus Wajib Ada di Dalam Cover Anda

    Perlindungan Tanpa Baret: Mengapa Lapisan Katun Halus Wajib Ada di Dalam Cover Anda

    Halo, pecinta otomotif! Pernah nggak sih kamu merasa was-was saat mau nutupin mobil pakai cover? Niatnya mau melindungi dari panas dan debu, eh pas dibuka malah ada baret-baret halus (swirl marks) di cat mobil kesayangan. Nyebelin banget, kan?

    Baret halus ini biasanya terjadi karena gesekan antara bodi mobil dan material bagian dalam cover yang kasar atau kurang bersahabat dengan cat mobil. Nah, di sinilah pentingnya kita bahas satu material pahlawan tanpa tanda jasa: Katun halus (soft cotton).

    Mengapa lapisan katun halus itu wajib banget ada di bagian dalam cover mobil kamu? Yuk, kita bedah alasannya bareng-bareng!

    Rahasia Ilmiah di Balik Kelembutan Katun

    Baret pada mobil sering kali diakibatkan oleh material sintetis yang kaku atau debu keras yang terperangkap di serat kain dan ikut tergesek ke bodi mobil. Berbeda dengan material lain, katun punya struktur alami yang jauh lebih aman untuk permukaan sensitif seperti cat mobil (clear coat). Secara ilmiah, serat katun memiliki keistimewaan pada tingkat mikroskopis. Berdasarkan literatur dari Cotton Incorporated mengenai Cotton Morphology and Cellulose Chemistry, serat katun memiliki lapisan luar alami yang disebut cuticle. Fakta ini juga diperkuat oleh penelitian dalam Journal of Cotton Science (2004) berjudul “Implications of Surface Chemistry on Cotton Fiber Processing“, yang mengonfirmasi bahwa permukaan luar serat kapas murni tersusun atas dinding sel berisi pektin, dengan lapisan kutikula terluar yang diselimuti oleh lilin alami (wax).

    Lalu, apa efek dari lilin dan pektin ini buat mobilmu?

    Keberadaan kutikula yang berlilin ini sangat ampuh dalam mengurangi gaya gesek (friction forces). Lapisan ini bertindak sebagai pelapis pelindung licin yang sangat halus. Efeknya, serat katun sama sekali tidak memiliki ujung-ujung tajam (non-abrasive) seperti yang sering ditemukan pada serat sintetis murah. Bahkan, saking hebatnya efek pelumasan atau lubrikasi alami dari lapisan ini, makalah “A Review of the Structure of the Cotton Fiber” (dari Beltwide Cotton Conferences) mencatat bahwa sifat pelumasan ini sangat krusial untuk melindungi serat kapas dari kerusakan saat proses pemintalan di mesin industri tekstil. Coba bayangkan: jika gesekan mesin industri yang kasar saja bisa “dijinakkan” oleh kelicinan alami katun, apalagi bodi mobil kalian saat tergesek bagian dalam cover mobil, baik karena tiupan angin kencang maupun tarikan saat dipasang atau dilepas. Ditambah lagi, struktur selulosa di dalamnya membuat katun sangat fleksibel dan empuk saat bersentuhan dengan benda keras. Intinya: Katun tidak hanya sekadar kain, melainkan material dengan efek bantalan super lembut dan pelumasan alami yang meminimalkan gaya gesek secara signifikan. Hasilnya? Risiko baret halus yang bikin sakit hati bisa ditekan semaksimal mungkin, dan cat mobil kamu tetap glowing maksimal!

    Manfaat Langsung Katun Halus untuk Mobilmu

    1. Anti Baret Halus Saat memasang, melepas, atau ketika cover tertiup angin kencang, lapisan katun akan bergeser dengan sangat mulus di atas bodi mobil. Tidak ada lagi cerita cat lecet karena bahan yang kasar!

    2. Aman untuk Warna Sensitif Punya mobil warna hitam atau warna gelap lainnya yang gampang banget kelihatan baretnya? Lapisan katun adalah sahabat terbaik untuk menjaga kilau warna-warna sensitif tersebut.

    3. Bantalan Empuk Peredam Debu Katun punya tekstur empuk yang pintar meredam debu-debu mikro yang menempel, sehingga partikel kasar ini tidak langsung tertekan keras ke lapisan cat mobilmu bak amplas. Akibatnya, kemungkinan agar debu-debu tersebut dapat menggores mobil Anda diminimalisir. Tetapi, tentu saja tetap ada kemungkinan kecil partikel tersebut dapat membuat baret halus di mobil.

    Memilih Cover dengan Perlindungan Maksimal

    Mengingat betapa krusialnya fungsi katun ini, sangat disarankan untuk berinvestasi pada cover yang memang dilengkapi spesifikasi lapisan dalam berbahan katun. Sebagai referensi, lineup car cover utama dari Durable, yaitu Durable Rubik, Durable Guardian, Durable Xtrem, dan Durable Xtrem 5 Layer semua memiliki lapisan paling dalam berupa 100% cotton halus. Material ini dirancang secara khusus agar lembut di bodi mobil serta anti baret.

    Selain dari melihat lapisan dalam berupa katun, kita harus tetap melihat ketahanan cover tersebut terhadap panas dan tentu saja hujan. Kita sudah ada menulis sedikit artikel tentang ketahanan terhadap panas (Perlindungan 5 Lapis: Rahasia Mobil Tetap Bersih Meski Parkir di Luar Ruangan) dan juga tentang waterproof vs water repellent.

    PRODUK

  • Sains di Balik Headlamp Kuning: Musuh Tersembunyi Estetika Mobil Anda

    Sains di Balik Headlamp Kuning: Musuh Tersembunyi Estetika Mobil Anda

    Highlight

    • Headlamp terbuat dari Polikarbonat yang bisa menguning ketika terpapar sinar UV
    • Side-chain oxidation adalah degradasi polimer yang dialami dan membuat lapisan berwarna kuning

    Kalian pernah nggak perhatiin mobil yang secara bodi masih terlihat mengkilap, tapi entah kenapa auranya terasa tua? Seringkali, penyebabnya adalah headlamp yang mulai menguning.

    Lampu depan yang kusam bukan sekedar masalah kebersihan biasa yang bisa hilang hanya dengan sabun mobil. Ini adalah masalah kimiawi yang terjadi pada material plastik mobil modern. Yuk, kita bedah sains di baliknya agar Anda tahu cara mengatasinya!

    Kenapa Headlamp Bisa Menguning?

    Mobil modern tidak lagi menggunakan kaca untuk lampu depan karena alasan keamanan dan fleksibilitas desain. Sebagai gantinya, produsen menggunakan polikarbonat, sejenis plastik yang sangat kuat. Salah satu polikarbonat yang paling umum digunakan adalah Bisphenol A (BPA). Sayangnya, BPA dapat bereaksi ketika terpapar sinar UV dari matahari. Reaksi-reaksi ini dapat membuat lapisan berwarna kuning di bagian luar head lamp.

    Memahami Jalur Degradasi Polikarbonat

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Bisphenol A yang sering digunakan untuk membuat kaca headlamp dapat bereaksi dan membuat lapisan kuning. Di sini ada 2 jalur reaksi yang dapat terjadi: “Side-Chain Oxidation” (Oksidasi rantai samping), dan “Photo Fries Rearrangement” (Penataan Ulang Photo Fries).

    Side-Chain Oxidation

    Dalam studi material otomotif, kerusakan pada lensa lampu depan biasanya disebabkan oleh degradasi polimer yang dipicu oleh faktor lingkungan. Secara teknis, fenomena ini disebut sebagai Side-Chain Oxidation. Proses ini menyerang integritas struktural polikarbonat secara bertahap, mengubah permukaan yang awalnya bening menjadi rapuh dan berkabut.

    Berikut adalah langkah-langkah mekanismenya:

    • Pembentukan Radikal Bebas: Radiasi UV yang intens memicu pemutusan ikatan kimia, menyebabkan atom Hidrogen (H) terlepas dari gugus metil pada struktur polikarbonat.

    • Interaksi dengan Oksigen: Radikal bebas yang terbentuk bereaksi dengan oksigen dari udara untuk membentuk Radikal Peroksi.

    • Ketidakstabilan Struktur: Melalui proses H-abstraction, radikal tersebut berubah menjadi Hidroperoksida yang tidak stabil, menciptakan reaksi berantai.

    • Dampak Visual (Pemutusan Rantai): Hasil akhirnya adalah pemutusan rantai polimer utama, yang secara visual muncul sebagai kabut fisik (haze) atau retakan halus pada permukaan lampu.

    Photo Fries Rearrangement

    Memahami alasan di balik menguningnya lampu mobil memerlukan tinjauan mendalam pada level molekuler. Polikarbonat, meskipun sangat kuat, memiliki kerentanan intrinsik terhadap energi foton dari sinar matahari. Ketika energi ini diserap, struktur polimer tidak hanya rusak secara fisik, tetapi mengalami transformasi kimiawi yang mengubah cara material tersebut berinteraksi dengan cahaya. Fenomena ini bukan sekadar kotoran di permukaan, melainkan perubahan identitas molekul di dalam plastik itu sendiri.

    Berikut adalah tahap-tahap yang terjadi pada proses Photo Fries Rearrangement:

    • Pemutusan Ikatan Karbonat
      Proses ini dimulai ketika energi dari radiasi UV matahari memutus ikatan karbonat utama yang menyusun struktur polikarbonat.

    • Penataan Ulang Molekul
      Setelah ikatan tersebut terputus, atom-atom di dalamnya menata ulang diri mereka menjadi senyawa baru, yaitu Fenil Salisilat atau Dihidroksibenzofenon.

    • Pembentukan Kromofor (Kuinon)
      Senyawa hasil penataan ulang tersebut kemudian bertransformasi lebih lanjut menjadi Kuinon, yang berperan sebagai kromofor atau zat warna.

     

  • Apakah Cover mobil Bisa Merusak Cat Mobil?

    Car cover memang bisa merusak cat mobil kita, kalau kita salah memilih cover mobil yang tidak breathable, mudah tertiup angin, dan kurang fit. Oleh karena itu penting untuk memilih cover mobil yang memenuhi syarat tersebut, baru mempertimbangkan faktor lain seperti tahan air dan style.

    Mengapa cover yang tidak breathable dan kurang fit bisa merusak cover mobil? Padahal persepsi umum adalah hanya bahan cover yang bisa merusak cat mobil. Ini adalah faktor yang sebenarnya sering terlupakan, yaitu angin dan proses pemasangan dan pelepasan.

    Cover yang tidak breathable dan kurang fit bisa membuat debu masuk ke sela cover mobil, sehingga saat tertiup angin kencang menghasilkan gesekan yang bisa membuat baret. Selain itu saat pemasangaan dan pelepasan, cover mobil dapat melakukan kontak pada cat mobil, menimbulkan potensi baret.

    Nah untungnya cover mobil dari TDC Variasi dan Durable bisa membantu kamu nih. Selain semua jenis cover mobil dari Durable memiliki clip dan dapat dibuat custom sehingga fit, Durable juga memiliki berbagai jenis cover sesuai kebutuhan.

    Butuh style? pilih cover transparan. Butuh value? Durable premium sudah memiliki semua fitur core dari cover mobil. Butuh proteksi maksimal? Sekarang Durable juga memiliki cover 5 layer.

    Cek lebih lanjut di durable.co.id

  • Mengenal Ultrasonic Processing: Inovasi Durable Guardian untuk Perlindungan Outdoor Maksimal

    Mengenal Ultrasonic Processing: Inovasi Durable Guardian untuk Perlindungan Outdoor Maksimal

    Memiliki mobil yang selalu terlihat bersih dan mengkilap adalah dambaan setiap pemilik kendaraan. Namun, tantangan cuaca ekstrem di Indonesia—mulai dari panas terik hingga hujan deras, mereka seringkali membuat cat mobil cepat kusam atau muncul jamur karena kelembapan. Banyak yang sudah mencoba berbagai cara proteksi, namun sering kali masalah klasik muncul: penutup mobil yang justru membuat area dalam menjadi lembap dan “gerah”.

    Di sinilah Durable Guardian hadir membawa perubahan melalui teknologi yang disebut Ultrasonic Processing Technology. Tapi, apa sebenarnya keunggulan teknologi ini untuk mobil kesayangan Anda?

    Inovasi Ultrasonic Processing: Rahasia Kekuatan Waterproof Durable Guardian

    Salah satu kunci kekuatan Durable Guardian terletak pada lapisan Polyurethane yang diproses menggunakan teknologi ultrasonik. Berbeda dengan teknik penyambungan kain biasa, teknologi ini memungkinkan material pelindung menyatu dengan lebih sempurna dan rapat tanpa meninggalkan lubang-lubang kecil bekas jahitan yang beresiko menjadi jalur rembesan air.

    Hasilnya adalah perlindungan Outdoor-Ready Waterproofing yang sangat mumpuni. Saat hujan turun, air akan tertahan di permukaan luar (efek daun talas) dan tidak mudah meresap masuk ke dalam bodi mobil.

    Anti-Lembap dengan Sirkulasi Udara Optimal

    Masalah utama dari banyak cover mobil waterproof di pasaran adalah bahannya yang terlalu kedap, sehingga uap panas dari mesin atau tanah terjebak di dalam. Hal inilah yang memicu tumbuhnya jamur pada cat mobil.

    Inovasi pada Durable Guardian menjawab tantangan tersebut:

    • Breathable Material: Meskipun mampu menahan air dari luar, lapisan Polyurethane dengan Ultrasonic Tech ini tetap menjaga sirkulasi udara dengan baik.

    • Menjaga Interior Kering: Udara tetap bisa “bernapas” melalui pori-pori mikro materialnya, sehingga suhu di bawah cover tetap stabil dan interior mobil bebas dari bau lembap.

    • Aman untuk Segala Warna: Karena sirkulasi udaranya terjaga, produk ini bahkan sangat aman digunakan untuk mobil berwarna putih karena tidak meninggalkan noda akibat penguapan yang tertahan.

    Perlindungan Ekstra yang Tangguh

    Selain teknologi ultrasoniknya, Durable Guardian didesain dengan teknik jahitan ganda “susun genteng” untuk memastikan daya tahan maksimal terhadap terpaan cuaca. Jadi, Anda tidak perlu khawatir cover akan robek atau rusak meski terpapar panas dan hujan setiap hari.

    Untuk menjaga ketenangan hati Anda, cover ini juga dilengkapi dengan “Secure Fit System” berupa karet keliling dan pengikat di keempat roda, sehingga tetap kokoh di tempatnya meski diterpa angin kencang.

    Kesimpulan

    Investasi pada perlindungan mobil bukan hanya soal menutupinya dari debu, tapi bagaimana menjaga kualitas cat dan kenyamanan interior dalam jangka panjang. Dengan teknologi Ultrasonic Processing pada Durable Guardian, Anda mendapatkan perisai yang tidak hanya kuat menghalau air, tetapi juga cerdas dalam menjaga sirkulasi udara.

    PRODUK

  • Bahan Waterproof vs. Water Repellent: Mana yang Lebih Aman untuk Mobil Kalian?

    Bahan Waterproof vs. Water Repellent: Mana yang Lebih Aman untuk Mobil Kalian?

    Pernahkah kalian bingung saat memilih car cover dan melihat istilah “Waterproof” serta “Water Repellent”? Sekilas memang terdengar mirip, tapi sebenarnya keduanya punya cara kerja yang berbeda dalam melindungi mobil kesayangan kalian agar tetap glowing di tahun 2026 ini.

    Durable Guardian Car Cover with Water Droplets

    Water Repellent — Pembuat Efek Daun Talas

    Istilah water repellent biasanya merujuk pada material yang memiliki lapisan tambahan agar air tidak mudah menempel. Bayangkan seperti air yang jatuh di atas daun talas; air akan langsung membentuk butiran bulat dan meluncur jatuh seketika. Salah satu produk kami, Car Cover Durable Premium, menggunakan teknologi ini dengan double coating luar dan dalam agar mobil tetap kering dari cipratan air atau embun.

    Namun, penting untuk dipahami bahwa water repellent tidak berarti 100% anti air dalam segala kondisi. Ada beberapa situasi yang membuat air tetap bisa menembus:

    • Volume Air yang Tinggi: Saat hujan deras, meskipun banyak air yang meluncur jatuh, volume air yang terus-menerus menempel di permukaan lama-kelamaan akan menjenuhkan bahan.

    • Tekanan Air yang Kuat: Tekanan dari air hujan yang sangat deras atau angin kencang dapat memaksa molekul air masuk melalui pori-pori kecil pada bahan yang sebenarnya didesain agar tetap breathable.

    • Sifat Bahan: Karena material ini seringkali dibuat agar ringan dan praktis (lightweight and tough), ada kompromi pada kerapatan pori-porinya dibandingkan tipe yang jauh lebih tebal.

    Apakah ini berarti bahan water repellent tidak bagus? Tidak. Bahan water repellent juga memiliki kegunaannya sendiri. Misalnya, untuk penggunaan indoor atau di bawah carport. Mobil kalian akan terlindungi dari debu, dan karena sebagian besar air akan mengenai carport, volume air yang terkena car cover tidak akan begitu besar. Selain itu, bahan water repellent biasanya juga akan lebih tipis dan ringan, sehingga menjadi mudah dibongkar pasang. Selain itu, bahan yang water repellent dan tidak waterproof biasanya akan lebih murah. Jadi, pilih jenis car cover yang kalian perlukan dengan bijak ya.

    Waterproof — Water Repellent++

    Setelah membaca tentang water repellent, beberapa dari kalian mungkin bertanya “apakah berarti waterproof tidak water repellent?” jawabannya adalah: Tidak. Waterproof juga sudah include water repellent. Bedanya, bahan yang waterproof juga memiliki bahan yang akan menahan air sehingga tidak akan masuk meskipun dalam volume yang lebih banyak ataupun di tekanan yang lebih tinggi. Jadi bahan yang waterproof bisa dibilang adalah water repellent++.

    Berikut adalah beberapa kelebihan bahan waterproof:

    • Lapisan Penahan Air: Bahan-bahan waterproof akan memiliki lapisan yang benar-benar menahan air. Lapisan seperti polyurethane (PE) dan/atau film aluminium biasanya digunakan.
    • Ketahanan Terhadap Tekanan: Bahan-bahan yang digunakan bisa menahan air yang jatuh dalam kecepatan yang tinggi sehingga dalam tekanan tinggi, air tidak langsung masuk.
    • Saturation Point Tinggi: Bahan-bahan waterproof bisa menampung jauh lebih banyak air dibanding bahan water repellent sebelum volume air lebih tinggi dari yang bisa ditangani, sehingga air tembus.

    Pertanyaannya sekarang adalah: “Apakah masih bisa air menembusi bahan waterproof?” Jawabannya adalah “ya”. Weak Point dari bahan-bahan waterproof biasanya adalah di jahitan. Sekuat apapun bahannya, jahitan yang terbuat dari benang masih bisa ditembus air. Karena itu, car cover seperti Durable Xtrem menutupi jahitan dengan bahan yang waterproof juga sehingga air tidak akan masuk dari jahitan.

    Kesimpulan: Mana yang Harus Kalian Pilih?

    Memilih antara pelindung mobil yang waterproof atau water repellent pada akhirnya kembali kepada kebutuhan dan kondisi parkir mobil kalian masing-masing. Jika kalian lebih sering memarkir mobil di dalam ruangan (indoor) atau di bawah kanopi yang teduh, bahan water repellent seperti car cover Durable Premium sudah cukup. Jika kalian mau lebih aman tetapi masih menginginkan cover yang ringan tapi waterproof, car cover seperti Durable Guardian dan Durable Rubik memenuhi kriteria tersebut.

    Tetapi, jika kalian memarkir mobil Anda di luar, atau kalian ingin proteksi maksimal, maka Durable Xtrem (sekarang juga tersedia dalam bahan 5 lapis!) adalah pilihan yang bagus.

    PRODUK