Tips Otomotif

Kenapa Lampu Mobil Bisa Kuning? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kalian pasti sudah sering ngelihat head lamp mobil-mobil orang di jalan banyak yang kuning. Bahkan mungkin head lamp kalian sendiri juga sudah kuning. Terus kalian penasaran dan ngelihat blog yang satu ini. Nah, kita mau eksplorasi nih, kenapa lampu mobil atau head lamp mobil lama kelamaan bisa menjadi kuning.

Polikarbonat

Head lamp mobil-mobil sekarang biasanya dibuat dari suatu grup bahan termoplastik yang bernama “polikarbonat”. Polikarbonat ini adalah susah pecah karena dia fleksibel, dan dia juga bisa dibikin transparan. Jadi bahan ini bagus digunakan sebagai material head lamp.
Tetapi polikarbonat ini memiliki kelemahan juga. Mereka bisa mengalami reaksi yang namanya “oksidasi”. Dalam oksidasi ini, metil (CH3) di polikarbonat akan bereaksi dengan oksigen (O2), dan membentuk yang namanya “peroxy radical” (ROO) yang akan bereaksi lagi dengan hidrogen dari rantai polimer lainnya membentuk “hydroperoxide” (hidroperoksida) yang akan pecah menjadi keton dan alkohol [1].

Bisphenol-A

Nah, saya sebelumnya sebut bahwa reaksi yang dilakukan adalah oksidasi. Tetapi ini cuma setengah benar. Nama reaksi yang lebih lengkapnya adalah “photo-oxidative degradation”. Perbedaan utamanya dengan oksidasi biasa adalah radiasi UV diperlukan agar reaksi dapat terjadi. Di tahap paling awal di mana metil (CH3) bereaksi dengan oksigen tidak terjadi ketika metil masih menempel di bisphenol-A. sinar UV dapat membuat metil lepas dari bisphenol-A, membuat yang kita sebut radikal bebas, lalu bereaksi dengan oksigen lalu dengan hidrogen lagi, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Bersamaan dengan reaksi yang tadi disebutkan, sinar UV juga bisa secara langsung menghancurkan struktur dari polikarbonat (di contoh ini adalah beberapa molekul bisphenol-A yang terhubung). Sambungan dari bisphenol-A dapat menyerap sinar UV dan pecah. Strukturnya pun juga akan menjadi tidak stabil dan akan terbentuk ulang menjadi “phenyl salicylate” dan “dihydroxybenzophenone”. Perubahan struktur ini dapat menyerap sinar UV dan melindungi polikarbonat di belakangnya, tetapi memiliki efek samping yaitu berubah warna menjadi kuning.

Phenyl Salicylate
Dihydroxybenzophenone

Apakah Harus Ganti Head Lamp Baru?

Jika kalian sudah membaca dengan seksama, kalian sudah tahu jawabannya. Kalian *TIDAK* perlu mengganti head lamp kalian, dengan catatan kalian tidak membiarkan reaksi tersebut mencapai bagian dalam head lamp. Jika sudah mencapai bagian dalam, itu berarti keseluruhan head lamp sudah menjadi kuning dan tidak bisa dikembalikan seperti baru lagi.

Kalau belum sampai dalam, kita cukup restore bagian luar head lamp. Kita cukup menghilangkan bagian phenyl salicylate dan dihydroxybenzophenone dan warna kuning di head lamp akan hilang. Dan untungnya, kita tidak perlu membuat formula khusus karena sudah ada produk-produk yang sudah siap pakai seperti Durable Head Lamp Restorer.

Gimana Cara Membuat Head Lamp Awet?

Seperti yang sudah dibahas, reaksi yang membuat head lamp kuning memerlukan sinar UV agar dapat berjalan. Jadi agar head lamp bisa awet, kalian bisa aja parkir mobil kalian di ruangan tertutup. Nah, bagi kalian yang parkirnya harus di luar, apalagi kalau pasti kejemur matahari berjam-jam, kalian bisa pasang car cover. Nggak harus yang terlalu bagus kayak Durable Xtrem, bahkan car cover yang ringan agar mudah dibongkar pasang seperti Durable Premium aja sudah cukup untuk mempertahankan head lamp kalian.

Sampai situ aja blog hari ini, semoga informasi yang dibagikan dapat membantu kalian semua mengerti kenapa head lamp bisa jadi kuning dan kalian bisa merawat mobil kalian lebih baik lagi.

Terimakasih sudah membaca!